Artikel

JADWAL SIDANG

No events at this time

LINK UTAMA

Baner
Baner

Chat

LAST_MESSAGE: 1 DAY AGO

GUESTTAG



Designed by:

RENUNGAN
Darah Dagingku Riba PDF Cetak
Sabtu, 24 Juli 2010 12:20
Seorang mahasiswa di Malang, melalui suratnya, menyatakan rasa cemas
jangan-jangan yang selama ini ia makan dari orangtuanya yang pedagang
itu adalah riba. Bahkan, barang haram. Ia mencoba mengislahnya,
memperingatkan orangtuanya, memberontak dan terus mencoba menyatakan
sikap.
\"Dalam berdagang,\" tulisnya, \"Bapak saya selalu mencampurkan
antara barang yang bagus dengan yang jelek, sementara ia memberi harga
seolah-olah semuanya adalah barang bagus, dan pembeli tidak diberitahu
bahwa barang itu campuran. Jelas dalam hal ini mengandung penipuan.
Sebagai
putrinya saya telah berusaha menasehati bapak, juga berdoa kepada Tuhan
agar beliau menghentikan kecurangan itu. Tapi bapak terus saja, padahal
seluruh makan minum dan biaya hidup saya berasal dari kecurangan ini.
Saya jadi merasa bahwa saya juga berdosa. Bahwa seluruh perbuatan baik
saya, shalat, puasa dan amal-amal saya tidak ada gunanya. Darah daging
saya ini riba, haram....\"
Memang. Para penjual bensin eceran di
kios-kios pinggir jalan saja pun selalu memasang pagpn \"Jual Bensin
Murni.\" Padahal orang yang paling bodoh pun bisa mengerti bahwa si
penjual tidak mungkin mengebor minyak sendiri dan langsung dijual dalam
keadaan murni. Bahwa is harus mengarnbil laba dari bensin yang
dibelinva di pom, dan satu-satunya kemungkinan untuk memperoleh laba
adalah dengan mencampurkan minyak tanah.
Penipuan sudah sangat
telanjang. Dan adapun pada mekanisme perdagangan yang samar dan bisa
ditutupi, yang terjadi mungkin `maha\' penipuan. Dan kita semua sudah
immun (kebal). Sudah merasa biasa dan normal. Di bawah sadar yang kita
bawa sehari-hari dalam berdagang, hal itu \'bukan dosa\' lagi.
Sesungguhriya,
dalam kosmologi hidup ini ada yang namanya gelombang, vibrasi, getaran,
atau resonansi. Kalau istri kita hamil, kita rajin-rajin membisiki
perutnya dengan kalimah tahyyibah serta doa-doa yang bijak buat anak
kita. Itu artinya kita menciptakan atmosfer batin yang akan merupakan
landasan kemakhlukan dan kepribadiannya kelak. Bukankah Allah sendiri
memperkenankan dan meminjamkan kesanggupan semacam ini dengan
pernyataan melalui RasulNya pahwa para orangtualah yang mernerahkan
atau menghijaukan anak-anaknya?
Maka kita putihkan atau kita
kuningkan putra kita tidak hanya melalui gerbang kesadaran akalnya;
melainkan juga melalui seribu pintu biologis dan spiritual lainnya.
Kita lantunkan doa dan harapan melalui pori-pori kulit istri kita
dengan harapan pantulan kun fayakan-Nya akan berlaku bagi anak-anak
kita sesuai dengan pemenuhannya atas dambaan kita.
Bagi bayi,
pendidikan tahap awal adalah spiritualitas, selanjutnya baru
intelektual-rasional, paedagogis maupun andragogis. Bagi orang dewasa
dan tua, pendidikan tahap pertama haruslah dialog intelektual, strategi
rayuan empirik, baru kernudian mendaya-gunakan gelombang spiritual.
Jadi mahasiswi kita di Malang itu tak boleh berhenti melakukan
ketiga-tiganya.
Rumah yang sehari-harinya diisi oleh suara mengaji
firman berbeda getaran dan rasanya dengan rumah yang dididik oleh suara
anjing atau musik-musik serba duniawi. Demikian juga apabila di lubang
telinga seseorang yang berbuat dosa kita kirimkan vibrasi firman Allah
terus-menerus, para Malaikat dengan sendirinya akari bertugas untuk
melaksanakan efek logisnya menuju perbaikan.
Di Jakarta saya sering
iseng-iseng omong kepada teman-teman bahwa setiap hirupan napas saya di
kota metropolitan ini merupakan defisit spiritual-kosmologis. Kenapa?
Kalau
di hati seseorang tergetar suatu niat jahat misalnya untuk menipu,
merampok atau menyembah kefanaan dunia, maka sel-sel udara yang ia
hisap akan berbeda dengan yang ia hembuskan. Udara yang dihembuskannya
sudah mengandung muatan gelombang negatif tertentu. Apalagi jika
gelombang itu bukan sekadar berupa itikad di dalam hati, tapi telah
merupakan perbuatan-perbuatan nyata.
Dan akan lebih parah lagi
apabila pekeriaan sehari-hari udara yang dianugerahkan oleh Allah ini
diisi oleh sistem-sistem dan mekanisme ketidakadilan, penindasan atau
kebobrokan. Maka udara yang kita hisap sangat potensial untuk
menularkannya kepada kita melalui muatan-muatannya, getaran dan
resonansinya. Sesudah melewati jarak waktu tertentu, kita akan dengan
sendirinya tuning in kecenderungan-kecenderungan negatif tersebut.
Di
manakah ada tersisa tempat yang tidak membuat kita tuning in dosa-dosa,
riba-riba, haram-haram?. Setiap saat orang-orang di sekitar kita
berkata: \"Mencari uang haram saja susah, apalagi yang halal!\"
Allah
tidak menuntut kita putih bersih tatkala kita berada di tengah lautan
yang kotor kumuh dan busuk aimya. Juga di tengah arus yang kuat, kita
tidak dituntut untuk mampu melawannya, sebab untuk tegak bertahan saja
pun sudah amat terpuji. Kalau kita shalat ratusan rekaat sehari karena
kita adalah anggota masyarakat Negeri Madinah yang baldatun thayyibatun
wa-rabbun ghafur di jaman Rasulullah,
Tapi kalau Shalat lima waktu
kita bisa lengkap plus wirid sekian jam saja sambil jalan-jalan di
tengah peradaban maksiat abad 20, itu sudah luar biasa. Atau uang kita
hanya seribu perak, kita nafkahkan sembilan ratus perak: Itu berpahala
lebih besar dibanding tetangga yang menafkahkan sepuluh ribu perak dari
sepuluh juta perak uangnya.
Kalau burung-burung bisa terbang, itu
normal. Tapi kalau tikus melayang-layang di udara, itu luar biasa
namanya. Maka mahasiswi kita di kota dingin tak perlu meratap,
melainkan mensyukuri upaya-upaya perbaikannya yang tak inengenal kata
stop.
(Emha Ainun Nadjib/\"Gelandangan Di Kamping Sendiri\"/ Pustaka Pelajar/1995/PadhangmBulanNetDok)
 


Login Form



Who's Online

Kami memiliki 1 Tamu online

Polling

Yakinkah Anda Dengan Terpilihnya Pimpinan Baru di Mahkamah Agung, Akan Membawa Perubahan di dalam Tubuh MA?
 
Pengadilan Negeri Jombang Kantor : Jl.KH.Wahid Hasyim No 135 Jombang Kode Pos 61411 Telp : (0321) 861434